Episode 077: La Galigo Pada Wanita Tercantik Di Dunia

by I La Galigo

folk tale romance hopeful Ages 8-14 388 words 2 min read
Cover: Episode 077: La Galigo Pada Wanita Tercantik Di Dunia

Adapted Version

CEFR B2 Age 166 words 1 min Canon 35/100

In Ale Cina's bustling court, Sawerigading and La Togeq Langi' discussed captivating women, their voices carrying through the warm air. Sawerigading, ever confident, boasted, "Ladies of my time always admire me." La Togeq Langi' chuckled, adding, "Indeed, I too have had many admirers, though none have truly captured my heart."

Their lighthearted banter was interrupted by La Musureng, a guard listening intently. "What fascinating topic are you discussing?" he inquired, joining them. Sawerigading replied, "We speak of beauty. I heard about Tempe's ruler's stunning wife, whose charm is reportedly unmatched."

The tale of We White, an unparalleled beauty, soon reached La Galigo in his chambers. A profound curiosity stirred within him, quickly blossoming into an intense obsession. He pictured her face, unseen, and a powerful longing took root in his heart. "Yes, I must find this woman!" he declared, his mind already formulating a plan.

That evening, La Galigo announced his intention: "We shall journey to Tempe for a cockfight. I must witness the legendary beauty

Original Story 388 words · 2 min read

Episode 077: La Galigo Pada Wanita Tercantik Di Dunia

Sore hari yang cerah di Ale Cina dipenuhi tawa antara Sawerigading dan sahabatnya, La Togeq Langi'. Mereka duduk santai di tepi danau, berbagi kenangan masa muda. "Aku selalu jadi idola para wanita zamanku," kata Sawerigading dengan bangga. La Togeq Langi' menimpali, "Ah, saya juga memiliki banyak penggemar. Namun, belum ada yang spesial." Mereka berdua tertawa, tetapi obrolan itu tertangkap oleh salah seorang pengawal La Galigo bernama La Musureng.

La Musureng segera bergabung, "Apa yang kalian bicarakan? Ini pasti menarik!" Sawerigading menjawab, "Kita membicarakan tentang kecantikan. Aku baru saja mendengar tentang seorang istri penguasa Tempe yang sangat menawan." Matanya berbinar saat bercerita. "Kau tahu, La Togeq, kabarnya wanita itu tak tertandingi."

"Bisa jadi," sahut La Togeq Langi', "Dia lebih cantik dari semua istri La Galigo!" Ungkapan itu membuat La Musureng terkejut. "Benarkah? Kecantikan seperti apa yang bisa membuat La Galigo lupa diri?"

Usai mendengar cerita menggugah itu, La Galigo, yang berada di kesunyian kamarnya, merasa tersentuh. Dia kehabisan rasa ingin tahunya. "Iya, aku harus menemukan wanita itu!" serunya. Dia kemudian menyusun rencana untuk ke Tempe. Malamnya, ia menemui para istrinya. "Mari kita menyabung ayam di Tempe. Aku perlu melihat istri penguasa itu!" tegasnya.

Di Tempe, suasana sabung ayam berlangsung meriah. La Galigo berusaha mencari sosok yang diceritakan, tetapi tidak menemukan apapun. Kekecewaan menjalar, "Apakah tidak ada seorang pun yang sesuai dengan gambaran?" keluhnya.

Mendapatkan sambutan yang hangat dari penguasa Tempe, Ila Paseweng, La Galigo merasa tersisihkan. "Kami tidak memiliki apa-apa untukmu," ucap Ila Paseweng tegas. La Galigo terpaksa kembali ke Ale Cina, dengan rasa hampa yang mendalam.

Setelah pulang ke istana, La Galigo tampak murung. Sawerigading melihatnya dan berkomentar cemas, "Apa kau sakit, Galigo?" La Galigo hanya menggeleng, "Hanya merindukan kecantikan itu."

"Saya akan mencarikanmu wanita itu," tawar Sawerigading. Antusiasme La Galigo kembali membara, "Sungguh? Apakah kau bisa mengundangnya ke sini?"

Mendapat lampu hijau, mereka pun membuat rencana untuk menyelenggarakan sabung ayam dan mengundang Ila Paseweng serta istrinya, We White. La Galigo tak sabar menunggu kedatangan mereka. "Kita akan bersama-sama melihat wajah wanita itu!" katanya bersemangat, meskipun Sawerigading khawatir akan tindakan impulsif adiknya.

"Pastikan kau tidak melupakan keadaan!" tegur Sawerigading, "Dia adalah istri orang!" Namun, La Galigo sudah terlanjur terjebak dalam bayang-bayang cinta yang tak berbentuk. Kini, hanya waktu yang akan menjawab rindu yang membara dalam hati La Galigo.


Story DNA

Plot Summary

La Galigo, a ruler, becomes obsessed with seeing a woman rumored to be the most beautiful in the world, who is married to another ruler in Tempe. His initial attempt to see her during a cockfight fails, leaving him dejected. His loyal friend, Sawerigading, then devises a new plan to invite the woman and her husband to another cockfight, fueling La Galigo's intense anticipation and longing, despite warnings about her marital status, leaving the story unresolved as he awaits her arrival.

Themes

desire and longingbeauty and obsessionsocial boundariescuriosity and impulse

Emotional Arc

curiosity to longing to anticipation

Writing Style

Voice: third person omniscient
Pacing: brisk
Descriptive: moderate

Narrative Elements

Conflict: person vs self
Ending: ambiguous
cockfight (sabung ayam) as a social facade

Cultural Context

Origin: Bugis
Era: timeless fairy tale

The La Galigo epic is one of the world's longest epic poems, originating from the Bugis people of South Sulawesi, Indonesia. It recounts the mythical origins of the Bugis people and their rulers, often involving journeys, love, and conflict. This episode is a small segment, focusing on a specific romantic intrigue.

Plot Beats (14)

  1. Sawerigading and La Togeq Langi' chat about beautiful women in Ale Cina.
  2. La Musureng overhears and joins, mentioning a stunning wife of a ruler in Tempe.
  3. La Galigo, in his room, hears the tale and becomes obsessed with seeing this woman.
  4. La Galigo plans a trip to Tempe, using a cockfight as an excuse, to see the woman.
  5. In Tempe, La Galigo fails to find the woman and is disappointed.
  6. Ila Paseweng, the ruler of Tempe, gives La Galigo a cold reception.
  7. La Galigo returns to Ale Cina, feeling dejected and melancholic.
  8. Sawerigading notices La Galigo's sadness and asks about it.
  9. La Galigo confesses his longing for the beautiful woman.
  10. Sawerigading offers to help La Galigo see the woman.
  11. La Galigo enthusiastically agrees, asking if Sawerigading can invite her.
  12. They plan a second cockfight, inviting Ila Paseweng and his wife, We White.
  13. La Galigo eagerly awaits their arrival, despite Sawerigading's caution about her being married.
  14. The story concludes with La Galigo's intense longing and the anticipation of their meeting.

Characters

Sawerigading

Sawerigading

human young adult male

Implied to be handsome and charming, as he boasts about being an 'idol of women'.

Attire: Traditional Bugis attire, likely including a sarong and a Baju Bodo top, appropriate for a royal or noble setting in Ale Cina.

A confident, slightly boastful smile, perhaps with a hand resting on his hip.

Proud, confident, loyal, and somewhat mischievous, but also cautious and responsible.

La Togeq Langi'

La Togeq Langi'

human young adult male

No specific details, but implied to be attractive as he also claims to have many admirers.

Attire: Traditional Bugis attire, similar to Sawerigading, suitable for a noble companion.

A friendly, amused expression, sharing a laugh with Sawerigading.

Playful, agreeable, and a good conversationalist, enjoys lighthearted banter.

La Musureng

La Musureng

human adult male

No specific details, but described as a guard.

Attire: Traditional Bugis guard attire, possibly with a weapon or insignia.

An attentive, slightly surprised expression, leaning in to listen.

Curious, observant, and a bit gossipy, eager to join conversations.

La Galigo

La Galigo

human adult male

No specific details, but his actions suggest a powerful and perhaps somewhat impulsive ruler.

Attire: Regal Bugis attire, indicating his status as a ruler, possibly with ornate fabrics and accessories.

A determined, almost obsessive gaze, reflecting his singular focus on the 'most beautiful woman'.

Impulsive, easily captivated, persistent, and somewhat naive in his pursuit of beauty.

👤

Ila Paseweng

human adult male

No specific details, but described as the ruler of Tempe.

Attire: Regal Bugis attire, appropriate for a ruler, possibly distinct from La Galigo's to show different kingdoms.

A stern, unyielding expression, standing protectively.

Assertive, protective of his wife, and somewhat unwelcoming to La Galigo's intentions.

We White

We White

human adult female

Described as 'very charming' and 'unmatched' in beauty, the 'most beautiful woman in the world'.

Attire: Elegant and beautiful traditional Bugis dress (Baju Bodo and sarong), likely made of fine fabrics and adorned with jewelry, befitting her reputation for beauty and status as a ruler's wife.

A veiled or partially obscured face, hinting at her legendary beauty without fully revealing it, emphasizing her mystique.

No direct personality traits are shown, as she is only spoken about and not directly interacted with in this excerpt.

Locations

Tepi Danau di Ale Cina

outdoor sore Cerah

Tepi danau yang cerah di Ale Cina, tempat Sawerigading dan La Togeq Langi' duduk santai.

Mood: Santai, akrab, ceria

Sawerigading dan La Togeq Langi' membicarakan kecantikan wanita, yang didengar oleh La Musureng dan memicu rasa penasaran La Galigo.

danau tepi danau dua sahabat

Kamar La Galigo

indoor Tidak disebutkan

Kesunyian kamar La Galigo.

Mood: Sunyi, introspektif, penuh rasa ingin tahu

La Galigo mendengar cerita tentang wanita tercantik dan memutuskan untuk mencarinya.

kamar La Galigo sendirian

Arena Sabung Ayam di Tempe

outdoor Tidak disebutkan

Suasana sabung ayam yang meriah di Tempe.

Mood: Meriah, ramai, kemudian kecewa bagi La Galigo

La Galigo mencari wanita tercantik tetapi tidak menemukannya, dan merasa kecewa.

arena sabung ayam keramaian penguasa Tempe Ila Paseweng

Istana Ale Cina

indoor Tidak disebutkan

Istana tempat La Galigo kembali setelah dari Tempe.

Mood: Murung, kemudian antusias

La Galigo menunjukkan kemurungan karena kegagalannya, dan Sawerigading menawarkan diri untuk membantunya.

istana La Galigo Sawerigading